ddkoin
ddkoin
ddkoin

Setidaknya ada kurang lebih 2,3 perangkat mining bitcoin Antminer S9 yang sudah ditutup. Penyebabnya tidak lain karena perangkat mining bitcoin pabrikan Bitmain tersebut jadi tidak lagi menguntungkan. Pandemi virus Corona Covid 19 menjadi salah satu penyebabnya.

Informasi itu berawal dari laporan media Securities Daily China hari Minggu pekan lalu (22/3/2020). Berdasarkan informasi itu, disebutkan ada 40 perusahaan mining farm atau perusahaan pertambangan yang terpaksa harus ditutup. Total ada 2,3 juta perangkat Antminer dari 10 perusahaan mining farm itu yang telah ditutup sejak 10 Maret lalu.

Penyebabnya tidak lain karena sebagian besar perangkat mining yang kebanyakan dipergunakan adalah produk Antminer S9 dari Bitmain. Sementara dengan momentum halving bitcoin di bulan Mei mendatang, membuat perangkat ini jadi tidak lagi menguntungkan. Dalam hal ini, mining farm memang dituntut untuk terus melakukan pembaruan perangkat mining secara berkelanjutan. Terlebih menjelang halving bitcoin.

Sejak beberapa tahun lalu, lokasi mining farm bitcoin di China bisa dikatakan jauh lebih banyak dibandingakan dengan dari wilayah lain. Ketika pandemi virus corona Covid 19 mulai merebak di Wuhan, konstelasi ini mulai banyak berubah.

Perusahaan-perusahaan pertambangan Bitcoin asal China pun tidak luput terkena dampak virus baru tersebut. Beberapa vendor ASIC Miner pabrikan China seperti Bitmain, MicroBT, hingga Canaan juga ikut terdampak. Pendistribusian perangkat-perangkat baru ASIC pun juga sempat terhenti karena dampak wabah virus Corona. Tidak hanya karena terdampak virus, kesulitan itu juga disebabkan karena penurunan harga bitcoin yang sempat terjadi pada saat itu.

Padahal, harga listrik yang berlaku di China adalah sekitar USD 0,03 – 0,05 per kWh. Dengan biaya operasional listrik di tarif itu, penambang sebenarnya masih tetap beroperasional. Hal ini cukup sesuai dengan hasil analisis Blockware terkait dengan potensi Sell off miner menjelang halving bitcoin beberapa waktu lalu.

Hasil penelitian tersebut, menerangkan bahwa untuk tarif listrik sekitar USD 0,03 – 0,05 setidaknya harga bitcoin yang diharapkan adalah minimum USD 5.000 untuk tetap bisa beroperasi. Dalam hal ini, perangkat pertambangan yang dipergunakan itulah yang menjadikan pokok permasalahan utamanya.

Kondisi berbeda justru berbanding terbalik dengan ekosistem pertambangan di luar China. Pasalnya China paling banyak dirugikan akibat dampak virus tersebut sejak bulan lalu. Sedangkan di wilayah lain seperti di Amerika Utara tidak banyak menggunakan perangkat yang sama.

Dari statistik F2pool, terdapat kurang lebih 45 varian perangkat ASIC untuk pertambangan Bitcoin. Sebagian besarnya berasal dari tiga vendor ASIC miner besar seperti Bitmain. Vendor ASIC dari Bitmain ini sudah ada 11 model ASIC miner, termasuk juga Antminer S9. Vendor Canaan memiliki 10 varian perangkat seri Avalon. Untuk ASIC miner dari Ebang kurang lebih ada 10 seri. Sementara pabrikan dari MicroBT juga sempat mencuri start ketika Bitmain banyak dirundung masalah.