ddkoin
ddkoin
ddkoin

Kini giliran DeFi dForce yang menjadi korban serangan yang diperkirakan terjadi Sabtu kemarin (18/4). Akibatnya, dana terkunci yang dimiliki DeFi dForce ini hampir 100% ludes. Jika ditotal kerugian tersebut mencapai USD 25 juta, atau kurang lebih Rp. 386 milyar.

Sempat tersiar kabar bahwa serangan itu berasal dari token imBTC yang dibangun berbasis Ethereum. Token yang digunakan dari imBTC tersebut disesuaikan dengan patokan 1:1 dengan Bitcoin. Awalnya, cadangan pasokan yang dimaksud disebut sebagai jaminan untuk perlindungan tindak penipuan.

Insiden baru diketahui ketika platform Lendf.me mengetahui ada sekitar USD 25 juta dalam bentuk ETH dan BTC yang ditransaksikan pada hari yang sama. Di deFi dForce sendiri, Lendf.me adalah sebuah protokol lending yang digunakan di dalam platformnya.

DeFi dForce

Ciutan Leshner dari CompoundFinance menyebutkan bahwa ada indikasi dForce hanya meniru kode sumber deFi yang telah ada. Tidak benar-benar membangun smart contractnya sendiri. Menurut Leshner, insiden di dForce perlu dijadikan pelajaran penting.

Peristiwa naas DeFi dForce menambah deretan platform DeFi yang telah mengalami hal yang sama. Pada awal tahun 2020, DeFi bZx bahkan dua kali diserang pada bulan Januari dan Februari. Berlanjut kemudian di bulan Maret pada Maker DAO. Padahal MakerDAO ini sebelumnya dinilai sebagai patokan untuk platform DeFi.

Sejumlah kritik di masa awal DeFi sudah muncul jauh sebelumnya. Kritik paling krusial terkait dengan DeFi, DAI, hingga Stablecoin ini dilontarkan oleh Preston Byrne sejak tahun 2017 silam. Salah satunya adalah karena model kolateral untuk penjaminan modal itu banyak menggunakan Stablecoin berantai.

Di platform DeFi, penggunaan serangkaian Stablecoin itu Nampak seakan cukup membingungkan. Menurut Preston, justru upaya ini seolah sengaja dibuat untuk membingungkan pengguna. Jika kembali melihat di DeFi dForce, hal yang sama juga berlaku. Platform dForce ini juga menggunakan Stablecoin dari imBTC berbasis Ethereum. Sementara di hal lain juga menggunakan layanan platform pihak ketiga seperti di Lendf.me.