ddkoin
ddkoin
ddkoin

Bursa kripto OKEx dan Bitfinex dikabarkan menjadi sasaran DDoS attack. Peristiwa ini terjadi sejak hari Kamis (27/2/2020), waktu setempat. Rentetan sejumlah insiden serangan di tahun 2020 ini, nampak mulai marak terjadi kembali.

Insiden yang menimpa OKEx terjadi dua kali. Peristiwa DDoS OKEx tersebut dilaporkan CEO Jay Hao melalui akun Weibo. Pada posting Weibo itu Jay menyebut ada trafik berukuran 200 gigabyte.

DDoS bursa kripto okex

Jay Ho juga menyebutkan bahwa ada trafik lanjutan kedua yang lebih besar. DDoS attack kedua itu terjadi keesokan harinya, dengan ukuran sekitar 400 gigabyte.

Namun CEO OKEx juga menyebut peristiwa yang terjadi tidak berdampak pada pengguna. Dirinya mengatakan hanya ada selang beberapa saat saja untuk perbaikan sistem yang perlu dilakukan.

Sementara DDoS yang terjadi di bursa Bitfinex terjadi kemarin, hari Jumat pagi waktu setempat. Dibandingkan dengan OKEx, DDoS di Bitfinex jadi yang paling berat. Pasalnya akibat serangan itu bursa Bitfinex terpaksa harus menghentikan layanan selama hampir satu jam.

Dikutip dari keterangan Paulo Ardonio – CTO Bitfinex kepada Coindesk (28/2/2020), mengatakan bahwa penyerang berupaya untuk eksploitasi beberapa fitur bursa agar ada lonjakan beban sistem. Serangan DDoS yang dilakukan ini berupaya membanjiri server dengan trafik palsu yang berasal dari banyak komputer sehingga mengganggu aktifitas server.

Insiden serangan sebelumnya, terjadi pada platform DeFi bZx. Insiden yang terjadi di bZx bahkan terjadi dua kali dalam waktu kurang dari semingggu. Insiden tersebut pada akhirnya memicu banyak tanya atas-sisi keamanan dan klaim ‘desentralisasi’ platform-platform DeFi.

Serangan juga terjadi di IOTA pada pertengahan bulan Februari ini. Serangan di IOTA mengakibatkan sekitar 21,9 milyar rupiah lenyap.

Dan yang paling parah, serangan itu membuat pihak pemegang kendali jaringan atau koordinator node harus menonaktifkan jaringan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah cryptocurrency, sebuah jaringan utama berhenti dalam tempo waktu yang begitu panjang. Bahkan mainnet IOTA masih offline sampai sejauh ini, padahal sudah sekitar dua minggu lebih.