Peristiwa ini terjadi di Kiev – Ukraina. Salah seorang pegawai IT di Kantor Mahkamah Agung Ukraina menggunakan perangkat komputer untuk menambang cryptocurrency secara ilegal. Pegawai IT yang tertangkap ini disebutkan sudah menjalankan aksinya sejak bulan Mei 2018 silam.

Insiden ini dipublikasikan melalui halaman situs resmi Kantor Humas Kejaksaan Kiev Rabu kemarin (26/2/2020). Publikasi itu baru dirilis setelah pihak berwenang di Kiev bersama instansi lain tengah usai melakukan investigasi terhadap pegawai IT yang bekerja di devisi sistem data Kantor Mahkamah Agung Ukraina.

Berdasarkan berkas perkara yang ada, pegawai IT bersangkutan dianggap telah menyalahgunakan layanan yang telah disediakan pemerintah. Dari penuturan yang dituliskan Humas Kejaksaan Kiev, tersangka sudah beroperasi sejak bulan Mei 2018. Menggunakan jaringan dan perangkat secara ilegal.

Tersangka diketahui sudah sejak tahun 2018 itu berupaya dengan menanam malware di perangkat komputer kantor. Perangkat itu kemudian digunakan untuk aktifitas menambang kripto.

Di sepanjang tahun 2018 silam, memang sudah cukup marak berterbaran malware yang berasal dari software mining kirpto. Berdasarkan laporan data dari Skybox Security saat itu, sekitar 32% malware berasal dari software mining.

Meski demikian, belum diketahui malware apakah yang dimaksud pada insiden di Kiev tersebut. Ternyata tidak hanya digunakan untuk mining saja. Bahkan server jaringan di kantor tempatnya bekerja, digunakan sebagai hosting untuk situs-situs non institusional.

Pegawai IT yang masih tidak disebut namanya ini juga menggunakan server hosting untuk situs toko online, hingga klub sepeda motor Chopper. Atas pelanggaran itu, tersangka bisa dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Sejauh ini, dakwaan yang telah diajukan sudah dikirim ke pengadilan distrik Pechersky di Kota Kiev.

(gambar: David Mark  via Pixabay)