Pasar saham Asia maupun global saat ini dalam posisi zona merah. Kondisi ini disebut karena dipicu kekhawatiran virus corona. Tidak hanya berimbas di pasar saham, namun juga berimbas ke pasar kripto. Di pasar derivatif BitMex misalnya, setidaknya ada penjualan besar senilai lebih dari USD 190 juta.

Jika nilai aksi jual di BitMex itu dirupiahkan, kurang lebih sebesar Rp. 2,6 trilyun pada hari Rabu kemarin (26/2/2020). Hari ini, harga bitcoin terus melemah 4,53% dalam 24 jam terakhir. Saat tulisan ini dibuat, harga bitcoin jatuh di angka USD 8.748 per BTC. Atau sekitar Rp 121,6 juta per BTC. Padahal sempat terpantau sebelumnya, masih sempat bertahan diangka USD 9 ribuan.

Sejak dua hari lalu, 10 papan atas kripto dan token juga dalam kondisi zona merah. Pada tanggal 25 Februari lalu itu, Bitcoin sudah melemah 1,84%. Disusul kemudian Ethereum turun 2,63%. Sementara XRP dan BCH turun 2,75% dan 4,66%. BSV turun lebih tinggi sekitar 5,55%, Litecoin minus 2,47%, token USDT turun 0,02%, EOS juga minus 2,56%, Token Binance minus 5,66%, dan tertinggi untuk Tezoz dengan yang turun hingga 8,95%.

Dampak virus corona cukup berpengaruh pada pasar. Marketplace Coinbase beberapa waktu lalu juga tengah mempersiapkan langkah antisipatif menanggapi sebaran virus Corona. Coinbase ini mempersiapkan tahapan strategis untuk mempersiapkan kondisi yang terburuk.

Kekhawatiran juga cukup berimbas di pasar saham. Tercatat sejak kemarin, bursa di Eroa sudah ditutup negatif sekitar 1,8% sampai 2,45%. Ada sekitar 29 saham dari 30 saham perusahaan besar di index DAX 30 yang sudah merugi.

Hal yang sama terjadi di pasar saham Perancis. Sejak hari Selasa lalu (25/2/2020) sudah terperosok tajam. Indes CAC 40 jatuh 1,94%. Turun 112,19 poin menjadi 2.679,68 poin. Tercatat 38 saham yang merugi, dari total 40 saham di perusahaaan-perusahaan besar.

Sementara di IHSG kemarin (26/2/2020), turun 62,24 poin ke level 5.724,9. Faktor penurunan ini sebut lantaran salah satu modal asing keluar dari pasar saham dengan jumlah besar. Setidaknya ada kurang lebih Rp 886,13 milyar. Sebelumnya, Chatib Basri memberikan komentar di media bahwa Virus Corona (COVID-19) bisa memberikan dampak pada perekonomian Indonesia.

Update terakhir hari ini (27/2/2020), total sebaran virus Corona mencapai 82.164 orang. Padahal sehari lalu terpantau masih berjumlah 81.191 orang yang terpapar, berdasarkan Johns Hopkins CSSE Corona Virus Map. Artinya, dalam rentang 1×24 jam sudah naik 973 orang baru yang terpapar.