Bank Sentral Eropa Sebut Bitcoin Penyebab Krisis
Benoit Coeure, salah satu anggota dewan eksekutif Bank Sentral Eropa, menyebut bahwa bitcoin adalah salah satu penyebab krisis finansial. Hal tersebut diungkapkan Coeure di kesempatan Bank for International Settlement (BIS) yang di gelar di Basel, Swiss.
Pada kesempatan itu, Coeure mengatakan bahwa Bitcoin pada dasarnya merupakan ide yang cemerlang. Pernyataannya tersebut kemudian disambung dengan menyebut bahwa tidak semua ide cemerlang tersebut merupakan hal yang baik.
Sebagai alasannya, menurut Coeure kebanyakan cryptocurrency yang ada saat sama halnya mengakar dari Bitcoin yang dianggap sudah salah sejak awal. Benoit Coeure kemudian menambahkan:
“Hanya sedikit yang mengingat bahwa Satoshi menyematkan pesan di Block Genesis dengan judul The Times tentang bailout Bank AS pada bulan Januari 2009. Dengan kata lain, Bitcoin adalah bibit jahat dari krisis keuangan.”
Dituliskan di FinancialTimes hari Jumat pekan lalu (15/11/18), Coeure juga mengutip pernyataan yang pernah dilontarkan Agustin Carstens, kepala BIS. Agustin Carstens saat itu menganggap bahwa Bitcoin adalah kombinasi bubble, skema ponzi, dan dapat menyebabkan bencana.
Pernyataan Coeure tersebut kemudian disanggah oleh Andreas Antonopoulos, dan juga banyak pengguna kripto lain. Di dalam ciutan pribadinya dua hari lalu, Andreas mengatakan “krisis finansial siapa? Apa yang disebut dengan “bibit jahat” krisis keuangan itu kami sebut dengan rencana ฿.”
Whose financial crisis?
What you call “evil spawn” we call “Plan ฿”. https://t.co/oTorBn8HDx
— Andreas M. Antonopoulos (@aantonop) November 16, 2018
Salah satu tanggapan ciutan Andreas tersebut, menyebut bahwa krisis finansial tidak akan pernah ada jika bank sendiri tidak membuat kekacauan. User dengan nama @Metallicelmo mengatakan bahwa bank saat ini berupaya untuk mengganti topik dengan membuat bitcoin menjadi terlihat buruk. Bank mengetahui bahwa popularitas bitcoin dan cryptocurrency menjadi satu-satunya alternatif, tidak ada hal lain lagi. Bank makin tersudut, tak heran mereka berusaha menyerang.
There wouldn’t be any financial crisis if the banks didn’t screw up. Now they try to change the topic by making Bitcoin look bad. Go #Bitcoin The rise of cryptocurrencies shows me that there is a need for a different way. Banks are under fire, no wonder they lash out
— Metallicelmo (@metallicelmo) November 17, 2018
Tidak bisa disangkal, bahwa sistem keuangan secara global saat ini sebenarnya sebagai reaksi sistem buruk yang diadopsinya sendiri. Di tahun 2017 lalu, Godfrey Bloom, salah seorang mantan anggota parlemen di Eropa pernah menyatakan dengan lantang di parlemen. Pada saat itu Godfrey mengatakan:
“Semua perbankan sudah ambruk. Bank Santander, Deutsche Bank, Royal Bank Scotland… semua ambruk. Mengapa mereka ambruk? Itu bukan karena tindakan Tuhan. Itu juga bukan karena bencana alam seperti tsunami. Mereka bangkrut karena kita menggunakan sistem yang kita sebut dengan fractional reserve banking. Artinya bank dapat meminjamkan uang, padahal bank tidak memilikinya. Ini adalah skandal kriminal, dan telah berlangsung terlalu lama.”
Di dalam pernyataannya Godfrey juga menambahkan bahwa permasalahan itu ditambah karena sistem itu sudah masuk di ranah politik. Sebagian besar masalah itu dimulai pula di politik dan bank sentral. Sistem juga telah banyak memanipulasi dengan hal yang kita sebut “quantitative easing”.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.




