Stablecoin Basis Ditutup, Karena Masalah Regulasi?

Proyek Stablecoin Basis sudah mulai diperkenalkan di tahun 2017. Pada akhirnya proyek ini ditutup, lantaran persoalan regulasi. Padahal, proyek ini sudah meraup USD 133 juta dari para investor di masa private sale ICO mereka. Sebagian besar dana investor dikabarkan hendak dikembalikan.

0
27
Stablecoin Basis Ditutup

Stablecoin Basis Ditutup, kabarnya karena terganjal dengan persoalan regulasi. Proyek Stablecoin ini pertama kali diperkenalkan pada bulan Juni 2017. Diprakarsai oleh Nader Al Naji, Josh Chen, dan juga Lawrence Diao. Basis, memperkenalkan token mereka dengan dukungan algoritmic bank sentral.

Varian Stablecoin Basis dibangun menggunakan standar token ERC20 dari Ethereum. Di sepanjang tahun 2018, varian Stablecoin makin marak dipergunakan oleh pihak-pihak pemilik bursa kripto yang ada sebagai media menggali keuntungan.

Satu-satunya hal yang ditawarkan untuk varian Stablecoin sendiri adalah dengan menyatakan bahwa aset yang umumnya berbentuk Token tersebut didukung dengan cadangan aset fisik lain, seperti mata uang fiat.

Sedangkan untuk stablecoin Basis ini sendiri adalah yang dulunya diperkenalkan dengan nama Basecoin. Pihaknya kemudian merubah nama proyeknya menjadi Basis di sekitar bulan April 2018. Pihaknya memberikan klaim bahwa Token Basis dibackup sepenuhnya dengan mata uang dolar dengan perbandingan 1:1.

Di dalam ICO yang sudah digelar dan berakhir, pihak Basis sendiri menyatakan sudah meraup pendanaan modal proyeknya sebesar USD 133 juta. Sejumlah pemodal yang ikut mendanai proyek ini seperti Bain Capital Ventures, GV, Andressen Horowitz, Lightspeed Ventures, dan sejumlah perusahaan lain.

Pada akhirnya proyek Stablecoin ini memutuskan untuk menghentikan dan menutup proyeknya. Kabar terkait dengan rencana penutupan proyek tersebut mulai tersebar sejak Rabu malam kemarin, waktu setempat, seperti yang dilansir dari Blockcrypto.com (12/12/18).

Rencana penghentian tersebut juga bakal dilakukan dengan mengembalikan sebagian besar modal yang telah dihimpun dari para investor mereka. Meski demikian, masih belum jelas apakah inisiatif yang ambil untuk menutup dan menghentikan proyek itu karena adanya tekanan dari pihak regulator.

Bisa jadi, penutupan tersebut juga sebagai imbas karena penurunan harga kripto yang drastis terjadi sejak bulan November. Sudah banyak perusahaan fintech, startup yang memang terkena imbas anjoknya harga kripto.

Dari konsep yang digunakan, Basis memiliki tiga Token yang berbeda. Satu token Basis yang dipergunakan sebagai penggerak utama keseluruhan operasionalnya, dan dibackup dengan USD. Sedangkan dua token lain berperan sebagai obligasi dan saham.

Kedua token tersebut, berfungsi sebagai penyeimbang kondisi. Kedua token tersebut juga dapat dilelang secara khusus, dan dapat pula ditentukan jumlah supply apakah harus ditambah ataupun dikurangi.