Agenda halving BCH dan BSV yang bakal terjadi dalam waktu dekat, bisa saja menjadi penentuan akhir untuk keduanya. Posisi saat ini, baik BCH dan BSV sendiri berada dalam kondisi yang cukup dilematis. Ketika reward block berkurang separuh setelah halving, jelas akan menjadi masa yang jauh lebih sulit bagi penambang di kedua jaringan tersebut.

Halving BSV kemungkinan akan jatuh 18 ke depan, atau sekitar tanggal 12 Mei 2020. Sementara halving BCH berlangsung dua dalam 16 hari ke depan, diperkirakan pada tanggal 24 Mei 2020. Harga BSV saat ini, masih berkutat di angka USD 158 per BSV.

Setelah halving terjadi, reward block yang sebelumnya total 12,5 BSV berubah menjadi hanya 6,5 BSV saja. Total pendapatan block reward untuk penambang berkisar hanya USD 987,5 per block saja. Atau sekitar Rp 16,4 juta per BSV.

Sedangkan harga BCH kurang lebih hampir mirip. Harga BCH saat ini berkisar USD 203 per BCH. Harga BCH sedikit lebih tinggi dibandingkan harga BSV. Ketika halving terjadi, reward block sebelumnya dengan total 12,5 BCH akan berubah menjadi 6,25 BCH per block. Artinya total pendapatan penambang juga menurun menjadi USD 1.268. Kurang lebih sekitar Rp. 21 juta per block.

Total pendapatan per block dalam posisi setelah momentum halving BCH dan BSV itu, pendapatan penambang jelas akan berkurang separuh dari masa sebelumnya. Dengan komposisi konsensus algoritma sama seperti bitcoin yang menggunakan SHA256 melalui perangkat ASIC, jelas operasional pertambangan itu membutuhkan biaya yang cukup besar.

Jika dibandingkan dengan penambangan Bitcoin, operasional penambang jauh lebih bisa tercukupi pasalnya harga Bitcoin masih cukup tinggi. Dalam hal ini, pendapatan penambang Bitcoin dapat jauh tercukupi meskipun dengan harga saat ini yang relatif masih jatuh sekitar USD 5.777 per BTC, atau sekitar Rp. 96 juta per BTC.

Ketika Halving Bitcoin terjadi, reward penambang akan berubah menjadi 6,25 BTC. Sehingga total pendapatan penambang Bitcoin masih berkisar sekitar USD 36.106. Jika dirupiahkan dengan kurs saat tulisan ini dibuat, berjumlah Rp. 600 juta per block.

Perbedaan jumlah pendapatan pertambangan antara penambang Bitcoin dengan penambang BCH dan BSV itu jelas berbeda cukup jauh. Pada kondisi inilah yang menjadi masa penentuan akhir. Jika penambang BSV dan BCH sudah cukup membuatnya dalam kondisi yang cukup pelik, mengapa mereka harus bertahan menambang di BCH ataupun BSV.

Ketika masa itu terjadi, kondisi yang paling adalah perpindahan pertambangan dari yang sebelumnya menambang BCH dan BSV berubah menambang Bitcoin. Jelas alasan yang paling rasional adalah karena menambang Bitcoin jauh lebih menguntungkan.

Hasil akhirnya, saat penambang BCH dan BSV banyak beralih, jaringan di kedua kripto hasil kloningan Bitcoin itu tentu saja bisa berakhir cukup tragis. Dalam dunia kripto, ekosistem pertambangan adalah penunjang utama dalam hal sisi keamanan yang mutlak.